PROGRAM PENGEMBANGAN SMK PARIWISATA PENDUKUNG PARIWISATA
_ Rakor Jejaring Industri Mitra
_ Penyelarasan Kurikulum SMK – DU/DI
Mataram 15 Agustus 2019

Kegiatan dimulai sekitar pukul 09.30 wita. dalam Sambutan Bapak Kepala SMKN 2 Mataram Bapak H. Hudri Achmad, S.Pd., MM. Kegiatan ini sebagai IKHTIAR pihak SMKN 2 MATARAM untuk tetap menggandeng DU/DI dalam Penyelarasan Kurikulum, ini momentum yang baik untuk membedah link dan match terkait kurikulum SMK sesui kebutuhan industri kekinian. Diharapkan kedepan SMK akan mampu berdaya saing dintingkat Internasional dg Kurikulum terbaru khususnya dunia pariwisata.
Seiring dengan itu SMKN 2 juga salah satu piloting mendapatkan bantuan Kemenpar dalam Pengembangan Kurikulum CATC.
Dalam pelaksnana menurut beliau Kendala pasti ada al:.1.Kesiapan SDM masih rendah untuk memenuhi standar passing great kompeten berstandar Asean maupun internasional.

  1. Kemampuan para pendidik ataupun guru masih bervariasi di setiap wilayah
    untuk berkompetisi dalam memajukan kecerdasan anak bangsa di level Asean.
  2. Kesenjangan kurikulum antara Dudi dan sekolah perlu saling melengkapi sehingga shg kurikulum yg telah
    ditetapkan di SMK dan kurikulum yg telah disepakati di tingkat Asean sinkron/selaras.
    4.Penyiapan SDM melalui sekolah jejaring dgn cara mempersiapkan SDM untuk mengikuti ujikom agar tdk ada perserta yg gagal/tdk kompeten.

H. UMAR, S.Sos., MM. KASI KURIKULUM SMK dalam Sambutan mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov NTB menyampaikan apresiasi dan ATENSI yg tinggi kepada SMKN 2 MATARAM atas upaya dan terobosan dalam menggandeng DU/DI pada Kegiatan Penyelarasan Kurikulum.
Di NTB Khususnya bidang Pariwisata sekarang ada Tiga Destinasi Utama al: 1. KEK Mandalika, 2. Wisata di KLU dan 3. SAMOTA di Pulau Sumbawa ini harus disiapkan SDM yg handal agar semua Program Pemda NTB dapat lebih maksimal.
Sekolah sebagai lembaga yg memberikan asupan pendidikan dimana SMK khususnya dengan Kurikulum, Magang Guru serta Praktik diharapkan mampu mewarnai percepatan pemenuhan lapangan Kerja bahkan bukan saja sebagai tenaga kerja melainkan mampu menciptakan lapangan Kerja.
Selanjutnya beliau mengulas bahwa SMK lulusannya mempunyai keterampilan yang dapat digunakan untuk bekerja karena SMK itu BMW B= Bekerja
M= Melanjutkan pendidikan ke jenjangbyang lebih tinggi W= Wirausaha.
Lebih lanjut dalam wawancara dengan Komunitas Jurnalis SMKN 2 MATARAM Bapak Umar panggilan akrab beliu menyampaikan banyaknya SMK di NTB ini otomatis banyak menghasilkan lulusan dengan berbagai macam kompetensi sedangkan lapangan kerja yang sesuai dengan kompetensi yang dimiliki itu sangat minim Bagaimana cara bapak menyikapi hal ini
“Sekarang ada kita sebut dengan revolusi 4.0 yang pekerjaan manual akan tergantikan dengan yang digital tantangan terberat SMK kedepan adalah harus mampu melakukan pekerjaan yang tidak bisa dilakukan oleh mesin tersebut revolusi 4.0 itu bisa menjadi tantangan maupun peluang. lulusan SMK itu bukan hanya diarahkan untuk di dunia industri saja tetapi diharapkan agar mampu menciptakan peluang pekerjaan. dan guru harus memiliki kemampuan pembelajaran abad ke-21 yang dimana siswa tersebut harus memiliki 4 kompetensi

  1. Critical thinking
  2. Kreativitas
  3. Komunikasi
  4. Kolaborasi.”

Terkait dengan DU/DI. Ibu Agustin Sasangkowati dari PT LIRIK LOMBOK T&T dari Program UPW menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan upaya yang sangat tepat dan Bagus sebagai Upaya memaksimalkan mempersiapakan Tenaga kerja Karna dengan kegiatan penyelarasan kurikulum maka akan dapat menjadi solusi terhadap ketidakseimbangan antara teori dengan apa yg diterapkan. Beliau mengatakan bahwa “Ada beberapa hal yang mungkin teorinya bagus tapi di lapangan kerja berbeda, anak didik menjadi kaget saat memasuki dunia kerja dan industri” tandas beliau

Sejauh ini pun belum ada kendala terkait kegiatan ini. Namun perlu di tambahkan hal hal yang belum ada seperti teori dan praktek yang akan di terapkan di dunia kerja.

Beliau juga berharap dari pihak sekolah untuk bisa menerima teori atau pun materi yang di berikan. Agar ketika siswa training, siswa tidak terkejut dengan praktik yang dilakukan. Sementara materi yang di berikan di sekolah berbeda dengan praktik yang dilakukan

Penjelasan lain dari DU/DI Program BDP yg hadir dari PT SUMBER ALFARIA TRIJAYA. Tbk dan PT Matahari Departemen Store LEM Mataram menyatakan hal ini sangat di buutuhkan dimana ada kurikulum yang harus di dapatkan sekolah dan ada kurikulum yang dibutuhkan perusahan /DUDI sehingga itu di sinkronisasikan dengan baik untuk menjadi satu kesatuan untuk menjadi materi pelajaran di kelas.
Adapun terkait kendala pasti ada, yang agak sedikit terasa kendala dalam penyelarasan itu kendala nya mungkin lebih banyak dari pihak sekolah mungkin dari materi yang di sampaikan ada yang sesuai dan tidak sesuai solusi nya adalah sebelum guru mengajar, guru harus mendapat pelatihan dan pemagangan sehingga pada saat menyampaikan materi di kelas itu sudah tepat sasaran.

Waka Humas SMKN 2 Mataram Bapak Sulman Haris mengatakan bahwa Program ini sudah dimulai dari TP. 2018-2019 dan alhamdulillah akan terus dikembangkan pada Tahun tahun mendatang agar apa yg Menjadi harapan Masyarakat menyekolahkan putra putrinya di SMK setelah tamat nanti mampu menjadi tenaga kerja yang Profesional dibidangnya. terkait dengan kegiatan ini khususnya Program Usaha Perjalanan Wisata mendapat angin segar dlm mengimplemnetasi Program mulai dari Model Kurikulum dan juga Pola Pembelajaran yang berbasis Kurikulum setingkat ASEAN.

Ketua Panitia yang juga Waka Kurikulum SMKN 2 Mataram Bapak Dading Qolbuadi sangat Optimis jika ada sinergis yg mapan komunikasi intens dengan semua pihak atau stake holders maka apapun yang menjadi Program dengan dukungan kuat Komitmen bersama ada di dalamnya maka akan mampu menjadikan SMK khususnya SMKN 2 MATARAM sebagai salah satu sekolah Unggulan menuju NTB GEMILANG.

#SMKN2MTRBISAHEBAT